Teori Arus Balik
Pendapat yang dikemukakan tersebut di atas mendapat kritikan dari F.D.K Bosch. Adapun kritikan yang dikemukakannya adalah sebagai berikut.
a. Berdasarkan pada peninggalan-peninggalan yang ada, ternyata teori
kolonisasi tidak mempunyai bukti yang kuat. Untuk hipotesa Waisya, tidak
terbukti bahwa kerajaan awal di Indonesia yang bercorak Hindu-Buddha
ditemukan di pesisir pantai, melainkan terletak di pedalaman. Kritikan
untuk hipotesa
Ksatria, ternyata tidak ada jaya prasasti yang menyatakan daerah atau
kerajaan yang ada di Indonesia pernah ditaklukkan atau dikuasai oleh
para Ksatria dari India.
b. Bila ada perkawinan antara golongan Ksatria dengan putri pribumi
dari Indonesia, seharusnya ada keturunan dari mereka yang ditemukan di
Indonesia. Pada kenyataannya, hal itu tidak ditemukan.
c. Dilihat dari hasil karya seni, terdapat perbedaan pembangunan
antara candi-candi yang dibangun di Indonesia dengan candi-candi yang
dibangun di India.
read more
d. Kritikan yang lain adalah dilihat dari sudut bahasa. Bahasa
Sanskerta hanya dikuasai oleh para Brahmana, tetapi kenapa bahasa yang
digunakan oleh masyarakat pada waktu itu adalah bahasa yang digunakan
oleh kebanyakan orang India.
Selanjutnya, F.D.K Bosch punya pendapat lain. Teori yang dikemukakan oleh Bosch ini dikenal dengan teori Arus Balik. Menurut
teori ini, yang pertama kali datang ke Indonesia adalah mereka yang
memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Buddha, yaitu para intelektual
yang ikut menumpang
kapal-kapal dagang. Setelah tiba di Indonesia, mereka menyebarkan
ajarannya. Karena pengaruhnya itu, ada di antara tokoh masyarakat yang
tertarik untuk mengikuti ajarannya tersebut. Pada perkembangan
selanjutnya banyak orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk
berkunjung dan belajar agama Hindu-Buddha di India. Sekembalinya di
Indonesia, merekalah yang mengajarkannya kepada masyarakat Indonesia
yang lain. Bukti-bukti dari pendapat di atas adalah adanya prasasti
Nalanda yang menyebutkan bahwa Balaputradewa (raja Sriwijaya)
telah meminta kepada raja di India untuk membangun wihara di Nalanda
sebagai tempat untuk menimba ilmu para tokoh dari Sriwijaya. Permintaan
raja Sriwijaya itu ternyata dikabulkan. Dengan demikian, setelah para
tokoh atau pelajar itu menuntut ilmu di sana, mereka balik ke Indonesia.
Merekalah yang selanjutnya menyebarkan pengaruh Hindu-Buddha di
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar